Website SMAN 1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

    Layanan Lain

    • Cek Absen Online
    • Kemdikbud
    • Sertifikasi Guru
    • BSE
    • Rumah Belajar

    Statistik Pengunjung

    Total Pengunjung :
    IP address anda : 34.204.176.125

    DAMPAK VIRUS CORONA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN oleh: Nur Putri Yuniarti, S.Pd

    Umum - 26 April 2020

    DAMPAK VIRUS CORONA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN

     oleh: Nur Putri Yuniarti, S.Pd

    Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS—CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Beberapa kasus virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun virus ini bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus ini dapat menular ke manuasia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

    Gejala awal virus corona atau covid-19 bisa berupa flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah tu, gejala bisa memberat. Pasien bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Terdapat 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona, yaitu demam, batuk, dan sesak napas. Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus corona.

    Virus yang disinyalir mulai mewabah 31 Desember 2019 di Kota Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok, saat ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia dengan sangat cepat, tidak terkecuali Indonesia. Ratusan ribu manusia terpapar virus ini di seluruh dunia, bahkan puluhan ribu korban meninggal dunia. Sehingga wabah ini ditetapkan oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020 sebagai pandemi global.

    Rumitnya penanganan wabah ini membuat para pemimpin dunia menerapkan kebijakan yang super ketat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan social distancing. Social distancing menjadi pilihan perat bagi setiap negara dalam menerapkan kebijakan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, karena akan berdampak negatif terhadap segala aspek kehidupan.

    Berkembangnya virus corona ini ternyata tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan saja, namu juga berdampak pada sektor lainnya termasuk ekonomi, pendidikan, dan lainnya. Disini Saya akan membahas dampak virus corona ini ke dalam bidang pendidikan. Dampak pandemi virus corona ini sudah merambah ke dunia pendidikan. Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya penularan virus corona (Covid-19).

    Virus corona memberikan dampak serius di sektor pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global. Di Indonesia pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah pun dialihkan di rumah dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

    Pandemi virus corona telah mengubah pola pembelajaran masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Sistem pembelajaran jarak jauh memang tidak seefektid sistem tatap muka, dikarenakan terbatasnya interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Banyak hal yang harus dipersiapkan dalam proses pembelajaran ini agar dapat berjalan dengan optimal, seperti infrastruktur jaringan internet yang memadai. Tetapi, tidak hanya itu, konten materi juga harus dipersiapkan dengan baik agar memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Sehingga di tengah kondisi seperti ini, siswa tidak ketinggalan materi pembelajaran

    Selain menyiapkan infrastruktur dan materi, peningkatan sumber daya manusia (SDM). Kesiapan SDM mutlak diperlukan, sebab tidak ada gunanya infrastruktur dan fasilitas baik jika para pengguna seperti guru dan siswa tidak siap menjalankannya

    Pengalihan cara pembelajaran menggunakan teknologi ini juga sebenarnya bukan tanpa masalah. Terdapat banyak faktor yang menghambat terlaksananya efektivitas pembelajaran daring ini antara lain, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, penguasaan teknologi yang masih rendah, jaringan internet, dan biaya.

    Dampak dari pandemi ini juga dirasakan oleh para siswa. Banyak siswa yang mengeluh dan kurang suka dengan proses belajar daring ini. Hal ini menyebabkan turunnya kualitas belajar siswa. Beberapa dampak yang dirasakan oleh siswa dari sistem pembelajaran ini, sepeti siswa sulit memahami materi, kurangnya interaksi antara guru dengan siswa, serta siswa dengan siswa, kurang efektifnya proses pembelajarannya, siswa meremehkan sistem pembelajaran ini dengan terdapat siswa tidak ikut hadir dalam proses penjelasan materi yang disampaikan oleh guru

    Dengan demikian, peran guru kini sangatlah penting. Guru memiliki tantangan yang cukup besar dengan berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Salah satunya dengan pembuatan media yang mudah dipahami oleh siswa atau penyampaian materi secara online. Guru juga harus memperhatikan perkembangan siswa baik dalam aspek akademik maupun non akademik. Tujuan belajar tidak hanya terfokus pada nilai saja, tetapi juga perubahan sikap dan moral yang membantu pembentukan karakter siswa.

     

     

     

     

     

    Baca Juga

    1 Komentar

    Fredriko Alberto Noya

    19 Mei 2020

    setuju sekali bu Yuni

    Kirim Komentar

    Nama Anda

    Kota

    Email

    Komentar