Website SMAN 1 Pangkalan Bun

Kategori Berita

Kontak

    Layanan Lain

    • Cek Absen Online
    • Kemdikbud
    • Sertifikasi Guru
    • BSE
    • Rumah Belajar

    Statistik Pengunjung

    Total Pengunjung :
    IP address anda : 34.204.176.125

    PEMBELAJARAN DIMASA COVID-19 Oleh: Drs. RIDWAN

    Umum - 26 April 2020

    PEMBELAJARAN DIMASA  COVID-19

    Oleh: Drs. RIDWAN

     

    COVID-19

    Bencana Virus Corona yang dikenal dengan nama Corona Virus Disease (Covid-19) yang awal mulanya dari negeri Wuhan, Tiongkok (https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for public dikutib pada Situs Web Covid-19 tanggal 10 April 2020) adalah wabah yang sangat mematikan manusia dan telah menyebar ke Indonesia (34 Provinsi) sehingga memperpuruk tatanan kehidupan berbagai aspek pembangunn, baik pembangunan ekonomi, politik, Pertahanan Keamanan, dan sosial budaya. Pembangunan khususnya pendidikan selama masa bencana Covid-19 secara normal ditiadakan pelaksnaan pembelajarannya di sekolah sebagai upaya pemutus penyebaran Covid-19..

    Dosen Pascasarjana UGM Fakultas Kedoktern dan Kesehatan Masyarakt dr. Riris Andono yang dikutib oleh M. Chamim selaku Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Kesehatn Masyarakat dijelaskan bahwa penyebaran atau penularan Virus Corona terjadi melalui percikan dahak, sentuhan langsung dan beberapa kasus di RS melalui udara karena jarak dekat dengan gejala penderita seperti bersin, batuk berdahak, batuk kering, demam tinggi, dan rasa lelah.

    Kondisi ini mengharuskan pemerintah mengeluarkan regulasi/kebiajakan untuk meniadakan kegiatan pertemuan, meniadakan sementara kegiatan shalat Jum’at, shalat berjama’ah,shalat Taraweh, mengalihkan pelayanan kantor, pembelajaran guna memutus rantai hubungan orang dengan orang lain karena yang lebih utama adalah keselamatan warga. (Anis Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, 3-3-2020)

    KEBIJAKAN LULUS TANPA UJIAN NASIONAL

    Sejarah baru bagi lembaga Pendidikan Indonesia bahwa penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) telah merubah tradisi akademik yang seharusnya lulus dari hasil uji kompetensi siswa melalui proses ujian nasional dan ujian sekolah namun kali ini salah satu poin penting yang menentukan kelulusan siswa adalah nilai rapor, sehingga Ujian Nasional dan Ujin Sekolh dibatlkan (Permendikbud Nomor 4 thun 2020). Peristiwa ini menjadi sejarah bagi ahli waris bangsa ini untuk selalu hidup bersih, sehat, waspada dan taat azas yang dimaklumatkan oleh Pemerintah dan Ulama. Karena itu pula diingatkan kepada generasi pewaris negeri bahwa senjata pemusnah tidak selamanya mesin, nuklir, rudal dan persenjataan fisik lainnya melainkan yang harus diwaspadai adalah persingan antar Negara dengan menggunakan ekonomi, politik dan kesehatan.

     

    KEBIJAKAN PEMBELAJARAN DARING

    Kondisi ini memberi ruang yang seluas-luasnya bagi sekolah dan guru untuk bekerja keras dan cerdas mengembangkan strategi pembelajaran agar tetap berlangsungnya proses edukasi kepada peserta didik dimana bencana Covid-19 boleh memutus kontak fisik guru dengan siswa tetapi proses pembelajaran tak akan berhenti. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah pembeljaran jarak jauh dengan memanfaatkan media online yang tersedia karena media dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar. (Drs.Tatang S) dengan menggunakan media memungkinkan siswa belajar secara Individual. (Kompri). Artinya dengan dilarang berkumpul, slogan tetap di rumah saja, bagi siswa dan guru adalah hal yang tepat untuk belajar secara individual dengan bahan/materi pelajaran yang disediakan guru melalui media pembelajarn online yang sudah sangat popular dikalangan pelajar seperti Googleclassroom, Edmodo, Zoom Meeting, Washshap, Email dan lain-lain. Disamping itu Pemerintah menyiapkan siaran Pendidikan melalui TVRI.

    Pembelajaran dengan menggunakan media online mengantarkan insan pendidikan akan pentingnya media sosial yang mudah dan cepat sekaligus mengantarkan manusia untuk menjalani kehidupan di era Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 dapat menyatukan dunia digital dan fisik serta menwarkan peluang baru untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi. Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi dalam skala besar. Revolusi Industri keempat tidak hanya mempengaruhi perusahaan swasta. Lembaga sektor public di tingkat lokal, nasional dan internasional juga hartus menyadari dan mengikuti perubahan yang sedang terjadi. Jika bekerja dalam sektor publik  anda harus merangkul teknologi-teknologi baru. (Astrid Savitri, Revoliusi Industri 4.0)

    Pesan-pesan pemanfaatan teknologi informatika di era Revolusi Industri 4.0 bagi lembaga public seperti sekolah pada kondisi bencana seperti ini menjadi pilihan sehingga mulai Mendikbud, Gubernur, kepala dinas dan secara teknis kepala sekolah bersama guru melakukan berbagai upaya untuk memanfatkan media pembeljaran online guna  tetap memberikan pelayanan secara individual kepada siswa di rumah.

    Strategi yang dilakukan adalah sekolah menyiapkan jadwal, guru menyiapkan materi pembeljaran serta menentukan media online yang digunakan untuk disampaikan kepada siswa melalui forum organisasi orang tua siswa. Pelaksnaan Pembelajaran online dengan berbagai jenis medsos yang digunakan guru berjalan lancar karena semua guru memiliki akses internet dan orang tua siswa sangat mendukung dengan menyediakan fasilitas yaitu Android, Wifi dan lain-lain.

     

     

     

    PERAN GURU TAK TERGANTIKAN OLEH TI

    Hasil survei internal sekolah menunjukan bahwa penerimaan materi pembelajaran online oleh siswa dari 263 sampel yang menjawab lancar 61,6% dan kurang lancar 35,7% sedangkan pengirimn tugas/ulangan secara online dari siswa kepada guru lancar 87,5% tidak dan kurang lancar 12,5 %.

    Hasil tersebut menggambarkan bahwa penggunaan Teknologi Informatika (Internet) sebagai media pembelajaran tidak serta merta mengabaikan kehadiran guru secara fisik karena pertemuan tata muka bukan saja diperuntukan antara dengan siswa melainkan pertemuan antara sesama siswa dalam proses pembelajaran. Karena itu kehadirn guru tetap menjadi factor utama dalam pendidikan dan tidak tergantikan oleh Tekknologi seperti tuturan anak menangis karena rindu dengan gurunya yang sempat viral di Medsos pada masa Covid-19. Diantara chat masyarakat menyatakan “kehdiran guru tak bisa tergantikan teknologi. Baru 2 sd 3 minggu ini pembelajaran diterapkan dengan teknologi ternyata anak-anak sudah mulai bosan. Pembelajaran dianggap melelahkan, menjenuhkan dll.” (Wa 7 April 2020 pukul 16.30 digrup Silaturrahmi guru (logo PGRI) dipos oleh Misradi).

    Astrid Safitri dalam buku Revolusi Industri 4.0 telah mengisaratkan bahwa pekerjaan mengelola sumber daya manusia adalah sulit diotomatisasi. Seiring dengan itu realitas di atas menggambarkan bahwa Teknologi Informatika tidak menjamin lancar dan suksesnya kegiatan pembelajaran seperti hasil survei SMAN 1 Pangkalan Bun bahwa dari 263 siswa yang menjawab pembelajaran online menyenangkan 43,8% dan menjawab monoton 56,2%.

    Pendidikan dapat diselenggarakan kapan dan dimana saja. Dengan bencana covid-19 yang mengharuskan belajar mandiri di rumah difasilitasi sekolah bersama guru-guru SMA Negeri 1 Pangkalan Bun yang hebat-hebat adalah pilihan namun dengan teknologi Pendidikan bukan untuk menggantikan peran strategis guru di depan kelas tetapi dengan musibah ini mengingatkan kita akan perlunya teknologi sebagai bagian dari media pembelajaran bersama guru di era Revolusi Industri 4.0.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    PERATURAN

    Badan Standar Nasional  Pendidikan (BSNP), Siaran Pers Nomor 0003/PR/BSNP/III/2020 tentang usulan pembatalan               Ujian Nasional tahun 2019/2020 tanggal 24 Maret 2020

    Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Surat Gubernur Nomor 423.1/26/Disdik tanggal 26 Maret 2020 tentang Protokol             Status Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19 di Lingkungan Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

    Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah , Surat Nomor 423/31/Disdik tanggal 26 Maret 2020 tentang Perpanjangan                       Kegiatan Belajar dari Rumah

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan   Kebijakan                               Pendidikan  dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19 tanggal 24 Maret 2020

    Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Surat Edaran Nomor 800.0890/SET.01/III/2020                                   Tentangkesiapan dan Pencegahan Penyebaran Penyakit Covid-19

     

    BUKU SUMBER ACUAN

    Astrid Savitri, Revoliusi Industri 4.0, Yogyakarta, Genesis, 2019.

    Kompri, Manajemen Sekolah, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2015

    Tatang S., Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah, Pustakasetia Bandung, Bandung, 2015

     

    SUMBER DARI SITUS INTERNET

    (https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for public dikutib pada Situs Web  Covid-19 tanggal 10 April                 2020)

    (Wa 7 April 2020 pukul 16.30 digrup Silaturrahmi guru (logo PGRI) dipos oleh Misradi).

    Baca Juga

    0 Komentar

    Belum ada komentar

    Kirim Komentar

    Nama Anda

    Kota

    Email

    Komentar